Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 16 Mei 2014

Proses Terjadinya Gerhana Matahari

TSE2009globe1b
sumber: NASA
Gerhana matahari total akan terjadi pada hari Rabu, 22 Juli 2009.  Bayangan Umbra (inti) dari bulan akan terjadi pada daerah sempit  di India kemudian menyeberang ke Nepal, Bangladesh, Bhutan, Myanmar, dan China.  Setelah meninggalkan daratan Asia kemudian menuju ke Pulau Ryukyu di Jepang dan bagian tenggara kurva Samudra Pasifik  dengan total waktunya adalah 6 menit 9 detik.
TSE2009-fig02
Sumber : NASA
Bagaimana dengan di Indonesia? Nah, untuk gerhana matahari kali ini, bagian Barat, Utara dan Timur Indonesia  (seperti Aceh, Sumut, Manado -  Maluku dan Papua)  akan dilewati bayangan penumbranya.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat animasi gerhana matahari total pada 22 Juli yang akan datang seperti di bawah ini!
SE2009Jul22T
sumber: nasa.gov

Ini dia, 10 Foto Terbaik tentang Planet Bumi

N o. 10:  Bumi Terbit
top10_10_earthrise_hf
Sumber: NASA
Foto bumi yang pertama kali diambil oleh Astronot pada arbit bulan.  Di ambil oleh Astronot Apollo 8 ketika mengelilingi bulan dimana permukaan bulan juga ikut tertangkap kamera. Foto ini masih asli dan belum direkayasa oleh komputer.
No. 9 : Jepretan Galileo Breathtaking
top10_9_galileo_hf
sumber : NASA/JPL
Diambil oleh pesawat ruang angkasa Galileo pada tanggal 11 Desember  1990   saat berangkat ke Jupiter pada tahun ketiga dari misinya. Nampak pada bagian bawah adalah benua Antartika dan di atasnya adalah Samudra Pasifik
No.8 :  Bumi dan Bulan
top10_8_voyager_hf
Sumber: NASA
Foto bumi dan bulan dalam satu bingkai/frame yang pertama kali diambil dari pesawat ruang angkasa. Diambil pada tanggal 18 September 1977  oleh NASAs Voyager 1 pada jarak 7,25 juta mil dari bumi. Nampak bumi jauh lebih terang dari bulan sehingga untuk menghasil cetakan yang baik, bulan perlu “diperjelas” tiga kali lipat dari bumi dengan bantuan komputer.
No. 7:  Ketika Memburu Komet
top10_7_rosetta_hf
Sumber: ESA
Gambar diambil oleh Misi Ruang Angkasa Eropa (ESA) Rosseta pada saat  terbang dari bumi pada awal Maret 2005 pada misinya memburu Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Gambar yang diambil digunakan untuk mengkalibrasi instrument-instumen yang akan digunakan agar bekerja sesuai dengan yang diinginkan.
No. 6 : Jauh dari Rumah : Apollo 17
top10_6_schmitt_hf
Sumber: NASA Johnson Space Center (NASA-JSC)
Foto diambil oleh Taurus – Littrow pada misi terakhir Apollo 17 di bulan dengan latar belakang pilot Apollo 17 Astronaut Harrison Schmitt dan bendera Amerika Serikat.
No. 5:  Di Jalan Menuju Merkurius
top10_5_messenger_hf
Sumber : NASA/JHU/APL
Pesawat ruang angkasa MESSENGER’s Earth terbang pada tanggal 2 Agustus 2005 menuju ke Merkurius. Pesawat tidak hanya disesuaikan dengan karakteristik medan di Merkurius, tetapi juga berbagai instrumen untuk mengetahui karakteristik unsure-unsur yang ada di bumi. Foto di sebelah kiri adalah gambar yang diambil oleh kamera dengan berbagai panjang gelombang. Di sebelah kanan diambil dengan panjang gelombang yang mendekati panjang gelompang sinar  infra merah. Warna merah adalah pantulan dari tumbuh-tumbuhan.
No. 4:  Di  Jalan Menuju Mars
top10_4_MRO_hf
Sumber: NASA/JPL/Malin Space Science Systems
Setelah keliling 272.000 mil pada orbit Mars selama 3 hari, kamera pengintai Mars  menunjuk ke planet bumi pada tanggal 15 Agustus 2005.
No. 3:  Dari Saturnus
top10_3_cassini_hf
Sumber : NASA/JPL/Space Science Institute
Diambil oleh pesawat ruang angkasa Cassini  dengan kamera sudut lebar (wide angle camera) pada tanggal  15 September 2006 pada jarak 1,3 juta mil dari Saturnus atau sekitar 930 juta mil dari bumi. Nampak  disebelah kiri bulan Enceladus juga tertangkap kamera, terbungkus  warna kebiru-biruan partikel-partikel es pada cincin E Saturnus.
No. 2 : Pertama dari Mars
top10_2_rover_hf
Sumber: NASA/JPL/Cornell/Texas A&M
Ini adalah foto bumi yang pertama kali yg pernah diambil dari planet lain, yaitu dari planet Mars. Diambil oleh   Mars Exploration Rover Spirit pada hari ke 63 dari misinya menjelajah Mars. Nampak bumi terlalu kecil untuk bisa dideteksi oleh kamera.
No.1 : Titik Biru yang Pucat
top10_1_blue_dot_hf
Sumber:  NASA/JPL
Bagian pertama dari “foto keluarga” system  Tata Surya yang diambali oleh Voyager 1 di tahun 1990 pada jarak lebih dari 4 milyar mil dari bumi dimana bumi terlihat seperti titik yang besarnya hanya 0,12 pixel. Dengan ukuran yang sekecil itu, Carl Sagan, penyokong Voyager berkomentar: “Suatu kelilip yang kesepian yang dibungkus oleh luasnya jagat raya yang gelap. Bagi saya, hal ini menggarisbawahi tanggung jawab  kita didalam memelihara dan ‘membelai’ titik biru yang pucat ini, satu-satunya rumah yang dikenal, secara ramah dan berbelas kasih.
Sumber : www.space.com

Kalor

KALOR


1. Pengertian Kalor

Kalor merupakan bentuk energi yang pindah karena adanya perbedaan suhu. Secara alamiah, kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Sebelum abad ke – 17, orang beranggapan bahwa kalor merupakan zat yang pindah dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Jika kalor merupakan zat, tentu mempunyai masa. Ternyata benda yang suhunya naik, massanya tidak berubah, jadi kalor bukan zat.
Satuan kalor :
  • Sistem internasional ( SI ) ; joule ( J )
  • Sistem lain ; kalori ( kal ) dimana  1 kalori = 4,2  ;  BTU dimana 1  BTU  = 252 kalori
2. Kalor Dapat Mengubah Suhu suatu Benda
Lakukan percobaan-percobaan sebagai berikut :
Percobaan 1
  • Masukkan air dengan volume 200 mL dalam gelas kimia.
  • Panaskan air tersebut dengan pembakar spiritus, dan catat perubahan suhunya, seperti pada tabel pengamatan.
Percobaan 2
  • Sama seperti percobaan 1, gantilah volume air dengan 100 mL
Percobaan 3
  • Sama seperti percobaan 1, gantilah air dengan minyak bervolume 200 ml
Dari hasil percobaan, diperoleh data-data sbb :
  • Semakin lama dipanaskan (semakin banyak kalor diberikan ) suhu air semakin naik tinggi.
  • Dengan pemberian kalor yang sama, ternyata air bervolume 100 mL lebih cepat naik suhunya dari pada air bervolume 200 mL.
  • Dengan pemberian kalor yang sama pada volume yang sama, ternyata minyak lebih cepat naik suhunya dari pada air.
Dengan demikian dapat disimpulkan :
1. Perubahan kalor – kalor suatu benda sebanding dengan perubahan suhu benda tersebut:
  •  penambahan kalor sebanding dengan penambahan suhu.
  • Pengurangan kalor sebanding dengan penurunan suhu
2. Jumlah kalor yang diperlukan/dilepaskan untuk menaikkan/menurunkan suhu suatu benda sebanding dengan massa benda dan bergantung pada jenis zat itu.
Secara matematis dirumuskan sebagai :



3. Kapasitas kalor
Kapasitas adalah banyaknya kalor yang diperlukan/dilepaskan untuk menaikkan / menurunkan suhu benda sebesar 1 Kelvin / 10 C.
Secara matematis dirumuskan sebagai :

H    =   kapasitas kalor, satuannya J/K
4. Kalor Dapat Mengubah Wujud Zat
Lakukan percobaan sebagai berikut :
Percobaan 4


  • Masukkan es ke dalam gelas kimia
  • Panaskan es dengan pembakar spiritus
  • Catat perubahan suhunya setiap dua menit
  • Catat suhu pada saat es mencair
  • Catat suhu pada saat terjadi penguapan
  • Amati perubahan suhu pada saat air mulai mendidih dan sedikit demi sedikit berubah menjadi uap air 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kalor yang diberikan pada suatu  zat dapat mengubah wujud zat tersebut. Contohnya, pada percobaan 4 di atas, kalor yang diberikan pada es ( wujud padat ) dapat mengubah wujud es menjadi air ( wujud cair ), dan air dapat berubah menjadi uap air ( wujud gas ).
Perhatikanlah diagram perubahan wujud zat berikut ini!

Selama terjadi perubahan wujud ( selama melebur, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan deposisi ) suhu zat tetap. Pada saat itu, seluruh kalor yang  diserap atau yang dilepaskan digunakan untuk mengubah wujud benda.

Hubungan antara kalor dan perubahan wujud zat dapat dilihat pada video berikut:

5.Menguap, Mendidih, dan Melebur
Pada percobaan 4 di atas, juga diperoleh fakta bahwa menguap dapat terjadi pada sembarang suhu, sedangkan mendidih hanya terjadi pada suhu tertentu ( yaitu pada titik didihnya ).
Pada pengupan gelembung-gelembung uap hanya terjadi pada permukaan saja; sedangkan pada peristiwa mendidih gelembung-gelembung uap terjadi pada  seluruh bagian zat cair.
Penguapan dapat dipercepat dengan cara antara lain :
1)      memanaskan
2)      memperluas permukaan
3)      meniupkan udara di atas permukaan
4)      mengurangi tekanan udara di atas permukaan
Zat mendidih pada suhu tetap, asalkan tekanannya tetap. Titik didih suatu zat dapat diturunkan, dengan menurunkan tekanannya. Titik didih normal didefinisikan sebagai titik didih di bawah pengaruh tekanan 1 atmosfir.
Jumlah kalor yang diperlukan selama pendidihan / penguapan tergantung pada massa zat dan jenis zat.  Secara matematis ditulis.

Seperti pada proses mendidih, pada proses melebur suhu zat tetap asalkan tekanannya tetap. Suhu dimana zat melebur disebut titik lebur. Titik lebur normal didefiniskan sebagai titik lebur di bawah pengaruh tekanan 1 atmosfir.
Jumlah kalor yang diperlukan selama melebur  tergantung pada massa zat dan jenis zat.  Secara matematis ditulis.



sumber  tabel : http://www.ittelkom.ac.id/admisi/elearning/images/EP-6D08.JPG
Untuk jelasnya lihat diagram kalor berikut:



4.


Soal Try Out UN dan Pembahasannya (bag. 1)





Gelombang (fisika)

aniwavesjudul
1. PENDAHULUAN
Berdasarkan medium perambatannya, gelombang dikelompokkan menjadi dua, yaitu gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Gelombang mekanik yaitu gelombang yang memerlukan medium di dalam perambatannya. Contoh gelombang mekanik antara lain: gelombang bunyi, gelombang permukaan air, dan gelombang pada tali. Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak memerlukan medium dalam perambatannya. Contoh : cahaya, gelombang radio, gelombang TV, sinar – X, dan sinar gamma.
2. HAKEKAT GELOMBANG MEKANIK

A. Terjadinya Gelombang
Gelombang terjadi karena adanya usikan yang merambat.Menurut konsep fisika, cerminan gelombang merupakan rambatan usikan, sedangkan mediumnya tetap. Jadi, gelombang merupakan rambatan pemindahan energi tanpa diikuti pemindahan massa medium.
monopolesourcedsphericalwaveKlik gambar untuk lihat animasinya
B. Pengertian Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium dalam perambatannya.
Contoh gelombang mekanik :
- Gelombang yang terjadi pada tali jika salah satu ujungnya digerak-gerakkan.
104_0167
- Gelombang yang terjadi pada permukaan air jika diberikan usikan padanya ( misal dengan menjatuhkan batu di atas permukaan air kolam yang tenang ).
frequency_fast6
C. Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatannya tegak lurus arah getarannya ( usikannya ).
Perhatikan ilustrasi berikut ini !
plane-waveKlik gambar untuk lihat animasinya
clip_image002_thumb4
Contoh gelombang transversal :
- getaran sinar gitas yang dipetik
- getaran tali yang digoyang-goyangkan pada salah satu ujungnya

A. Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan arah getarnya ( arah usikannya )
clip_image002p
Perhatikan ilustrasi berikut ini !
lw
Contoh gelombang longitudinal :
- gelombang pada slinki yang diikatkan kedua ujungnya pada statif kemudian diberikan usikan pada salah satu ujungnya
longitudinal
- gelombang bunyi di udara
image027
1. Panjang Gelombang
A. Pengertian Panjang Gelombang
Panjang satu gelombang sama dengan jarak yang ditempuh dalam waktu satu periode.
1) Panjang gelombang dari gelombang transversal
Perhatikan ilustrasi berikut!
clip_image004[3]
111_Standing_Wave_Animated
Klik gambar untuk lihat animasinya
Pada gelombang transversal, satu gelombang terdiri atas 3 simpul dan 2 perut. Jarak antara dua simpul atau dua perut yang berurutan disebut setengah panjang gelombang atau ½ λ (lambda),
2) Panjang gelombang dari gelombang longitudina
Perhatikan ilustrasi berikut !
clip_image005[3]
Pada gelombang longitudinal, satu gelombang (1l) terdiri dari 1 rapatan dan 1 reggangan.
B. Cepat Rambat Gelombang
Jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam satu sekon disebut cepat rambat gelombang. Cepat rambat gelombang dilambangkan dengan v dan satuannya m/s atau m s-1. Hubungan antara v, f, λ, dan T adalah sebagai berikut :
cepat rambat gelombang
Keterangan :
λ= panjang gelombang , satuannya meter ( m )
v = kecepatan rambatan gelombang, satuannya meter / sekon ( ms-1 )
T = periode gelombang , satuannya detik atau sekon ( s )
f = frekuensi gelombang, satuannya 1/detik atau 1/sekon ( s-1 )
2. Pemantulan Gelombang
Jika gelombang melalui suatu rintangan atau hambatan, misalnya benda padat, maka gelombang tersebut akan dipantulkan. Pemantulan ini merupakan salah satu sifat dari gelombang.
Berikut ini adalah contoh pemantulan pada gelombang tali
pantulan gelombang_thumb[3]
fix
Pemantulan ujung terikat

free
Pemantulan ujung bebas
Pemantulan gelombang pada ujung tetap akan mengalami perubahan bentuk atau fase. Akan tetapi pemantulan gelombang pada ujung bebas tidak mengubah bentuk atau fasenya.
Contoh Soal :
1. Dalam 1 sekon dihasilkan gelombang seperti gambar di bawah ini
soal1_thumb[1]
a. berapakah frekuensi gelombang tersebut?
b. Bila jarak PQ = 2 cm, maka berapakah ?
Penyelesaian :
Menurut gambar, gelombang yang terjadi sebanyak 2 gelombang. Berarti, f = 2 gelombang / sekon atau f = 2 Hz.
Pada gambar terjadi 2 gelombang ( 2λ ). Jadi 2 λ= 2 cm atau λ= 1 cm.
2. Seutas tali yang panjangnya 8 m direntangkan lalu digetarkan. Selama 2 sekon terjadi gelombang seperti pada gambar berikut! Tentukan λ, f, T, dan v.
soal2_thumb[2]
Penyelesaian :
Dari gambar terjadi gelombang sebanyak 4 λ.
Berarti : 4λ= 8 m sehingga λ = 8/4 = 2 m
Selama 2 sekon terjadi 4 λ atau selama 1 sekon terjadi 2λ
Jadi, f = 2 gelombang / sekon atau f = 2 Hz
T = 1/f = ½ sekon sehingga v =λ f = 2 m x 2 Hz = 4 m